Setelah hampir dibatalkan karena Rio sakit lalu menular ke mama, akhirnya jadi juga kami pergi ke Palembang, kota empek-empek itu. Berangkat dengan penerbangan paling pagi membuat kami bangun sebelum subuh. Rio terjaga sendiri tanpa perlu dibangunkan. Seandainya setiap hari sebelum sekolah ia juga bangun sendiri.... tentu pekerjaan mama lebih ringan...
Jam tujuh pagi kami tiba di Bandara Sultan Mahmud Badarudin II Palembang. Udara masih sejuk. Mobil jemputan sudah menunggu. Kami segera meluncur meninggalkan bandara. Tujuan pertama adalah mencari sarapan. Apa ya yang cocok untuk sarapan pagi ini? Pilihan kami jatuh ke martabak har. Martabak ini isinya hanya telor saja. Jadi semacam telor dadar yang ditaruh diatas kulit martabak. Teman makan martabak har ini adalah kuah kari yang agak kental karena campuran kentang yg ditumbuk. Rasanya gurih dan cukup nikmat.
Ibukota propinsi Sumatera Selatan ini peninggalan Kerajaan Sriwijaya dan Kesultanan Palembang. Menurut prasasti Pallawan yg ditulis dengan huruf Melayu kuno pemukiman Sriwijaya ada sejak 17 juni 683. Tanggal inilah yg kemudian diakui sebagai hari jadi kota Palembang. Peninggalan Kesultanan Palembang antara lain Benteng Kuto Besak yang dibangun th 1780 dan Masjid Agung dengan arsitektur campuran Cina & Melayu.
Palembang yang terkenal dengan jembatan Ampera ini sedang mempercantik diri untuk launching Visit Musi 2008 awal Januari 2008. Tepi sungai Musi, tepatnya di bawah jembatan Ampera, yang dulu penuh dengan pedagang pisang kini tampak bersih. Telah dibangun pelataran luas tempat warga kota bercengkerama serta panggung untuk berbagai pertunjukan. Sementara di tengah sungai ada Warung Legenda, sebuah restoran terapung. Juga banyak perahu yang bersandar maupun yang berseliweran, tidak ketinggalan kapal pesiar Musi. Di sungai Musi ini pula setiap tahun diadakan festival Musi yang salah satunya diisi dengan acara lomba perahu rakyat.
Jembatan Ampera yang membelah sungai Musi tampak indah di malam hari karena bermandikan cahaya lampu yang bertaburan. Di sekitar Jembatan Ampera ini bisa ditemui Benteng Kuto Besak, Monumen Ampera yg merupakan tugu peringatan perjuangan rakyat palembang melawan penjajah, dan Masjid Agung yang indah itu. Setiap pergantian tahun kompleks ini dipenuhi warga Palembang yang ingin merayakan tahun baru.
Di tengah kota juga ada Stadion Sriwijaya, namun yang menjadi kebanggaan warga kota Palembang adalah stadion baru yang bernama Stadion Jaka Baring yang terletak agak di pinggir kota. Stadion luas yang bertaraf nasional ini pernah digunakan untuk PON dan pertandingan sepak bola (apa ya namanya...liga..entahlah...)
Terus apalagi ya.... mal, rumah susun, jembatan layang yang baru dibangun, oya daerah Plaju tempat penambangan minyak lepas pantai. Ada PT Pusri juga..
Saya dan Rio pulang ke Jakarta lebih cepat karena ada janji dengan dokter. Sementara papa harus tinggal karena ada yg darurat di kantor Palembang. Dari Cengkareng kami langsung menuju ke RS Pluit. Dokter favorit saya akan cuti panjang jadi sebelum dia pergi saya minta ramuan jitu untuk menyambut tahun baru.....^_~
3 komentar:
hai...sesamo wong kito...mampir yo ke site aku....
hai...sesamo wong kito...mampir yo ke site aku....
ok ntar mampir ya...
ini bukan wong kito tp wong Indonesia...hehehehe...
thanks ya dah mampir ke griyaku... ^__^
Posting Komentar