
Jumat, 17 Oktober 2008
Tawangmangu, Jawa Tengah

Tawangmangu adalah tempat wisata di lereng gunung Lawu.
Tentu saja hawanya sangat sejuk..banyak bunga Edelweis di gunung Lawu ini.
Yang terkenal di Tawangmangu adalah Grojogan Sewu / air terjun.
Untuk menikmati keindahan air terjun ini kita harus menuruni beberapa ratus tangga.
17 th lalu saya masih kuat tp waktu terakhir ke sana kemarin tidak sampai 100 tangga udah nyerah.... :((
Oya di sepanjang tangga itu dikelilingi hutan yang masih banyak monyet2 berkeliaran. Dulu jumlah monyet2 itu sangat banyak...tp skr sdh jauh berkurang...
Selasa, 18 Maret 2008
Rio tanpa "Mbak"
karena anaknya sakit dan dirawat di RS..

Semoga anaknya cepet sehat lagi ya Mbak..
Mbak adalah asisten Mama...

Mbak adalah temen Rio...

Mbak adalah asisten papa khusus cuci mobil...

Tanpa Mbak, Mama masak sendiri ..
Tanpa Mbak, Rio sekolah sendiri..
Tanpa Mbak, Papa gak cuci mobil sendiri..
Rio jadi mandiri
sekolah sendiri
cuci piring setelah makan
beres-beres setelah main
maunya malah sekalian cuci baju dan ngepel..
tapi mama bilang terimakasih, Rio sudah ngerjain banyak
jadi cuci baju & ngepel bukan bagian Rio..
nggak nyangka Rio cukup dewasa
dan ngerti kerepotan mama..
Terimakasih, Mario...


Rabu, 05 Maret 2008
Jumat, 25 Januari 2008
Semut....
Kamis, 24 Januari 2008
Waaaa…… malu tapi cuek…. ^_~
Kemarin sambil nunggu Rio les drum saya ke warnet di sebelah tempat lesnya. Nulis sana-sini. Belum sempat balas semua email eh sudah waktunya Rio pulang. Agak buru-buru saya menuju kasir. Setelah capek mengubek-ubek isi tas, saku celana dan jaket, ternyata.....waaaaa.... dompet ketinggalan!!!
Padahal biasanya saya suka naruh uang ribuan atau receh di tas. Tapi ini juga tak ditemukan!!! Padahal lagi ongkos warnetnya cuma 3.000 perak. Ya ampun! 
Untung Hp gak ketinggalan, jadi saya bisa nelpon minta dianterin dompet. Untungnya lagi warnetnya hanya di seberang komplek rumah jadi gak perlu nunggu lama. 
Malu juga... tapi karena Mas kasir cuek aja jadi saya ikutan cuek juga...
Semoga tidak terulang lagi......
Kalau terulang juga ya..... waaaaaaaaaaaaaaaaa...
Jumat, 04 Januari 2008
Rabu, 02 Januari 2008
Hati-hati janjian di PIM.....
Seorang sahabat dari Palembang sedang jalan-jalan di PIM. Tiba-tiba temannya menelepon ingin bertemu. Lalu mereka janji bertemu di PIM lantai 3. Beberapa saat kemudian si teman itu menelepon kalau ia sudah sampai di PIM.
Tunggu punya tunggu kok gak nongol-nongol juga si teman itu. Lalu si teman itu menelepon lagi, katanya gak ada lantai 3 di PIM, hanya sampai lantai 2 saja.... nah lho..!
Setelah beradu argumentasi, sahabat saya berpikir sejenak... lalu meledaklah tawanya.... apa yang terjadi?
Rupanya dia lupa kalau sedang berada di Jakarta, sedangkan temannya ada di Palembang. Jadi temannya mencari di PIM = Palembang Indah Mall, sedangkan dia ada di PIM = Pondok Indah Mall.
Sampai dunia kiamat pun takkan pernah bertemu..... ^_^
Palembang... kami datang...
Setelah hampir dibatalkan karena Rio sakit lalu menular ke mama, akhirnya jadi juga kami pergi ke Palembang, kota empek-empek itu. Berangkat dengan penerbangan paling pagi membuat kami bangun sebelum subuh. Rio terjaga sendiri tanpa perlu dibangunkan. Seandainya setiap hari sebelum sekolah ia juga bangun sendiri.... tentu pekerjaan mama lebih ringan...
Jam tujuh pagi kami tiba di Bandara Sultan Mahmud Badarudin II Palembang. Udara masih sejuk. Mobil jemputan sudah menunggu. Kami segera meluncur meninggalkan bandara. Tujuan pertama adalah mencari sarapan. Apa ya yang cocok untuk sarapan pagi ini? Pilihan kami jatuh ke martabak har. Martabak ini isinya hanya telor saja. Jadi semacam telor dadar yang ditaruh diatas kulit martabak. Teman makan martabak har ini adalah kuah kari yang agak kental karena campuran kentang yg ditumbuk. Rasanya gurih dan cukup nikmat.
Ibukota propinsi Sumatera Selatan ini peninggalan Kerajaan Sriwijaya dan Kesultanan Palembang. Menurut prasasti Pallawan yg ditulis dengan huruf Melayu kuno pemukiman Sriwijaya ada sejak 17 juni 683. Tanggal inilah yg kemudian diakui sebagai hari jadi kota Palembang. Peninggalan Kesultanan Palembang antara lain Benteng Kuto Besak yang dibangun th 1780 dan Masjid Agung dengan arsitektur campuran Cina & Melayu.
Palembang yang terkenal dengan jembatan Ampera ini sedang mempercantik diri untuk launching Visit Musi 2008 awal Januari 2008. Tepi sungai Musi, tepatnya di bawah jembatan Ampera, yang dulu penuh dengan pedagang pisang kini tampak bersih. Telah dibangun pelataran luas tempat warga kota bercengkerama serta panggung untuk berbagai pertunjukan. Sementara di tengah sungai ada Warung Legenda, sebuah restoran terapung. Juga banyak perahu yang bersandar maupun yang berseliweran, tidak ketinggalan kapal pesiar Musi. Di sungai Musi ini pula setiap tahun diadakan festival Musi yang salah satunya diisi dengan acara lomba perahu rakyat.
Jembatan Ampera yang membelah sungai Musi tampak indah di malam hari karena bermandikan cahaya lampu yang bertaburan. Di sekitar Jembatan Ampera ini bisa ditemui Benteng Kuto Besak, Monumen Ampera yg merupakan tugu peringatan perjuangan rakyat palembang melawan penjajah, dan Masjid Agung yang indah itu. Setiap pergantian tahun kompleks ini dipenuhi warga Palembang yang ingin merayakan tahun baru.
Di tengah kota juga ada Stadion Sriwijaya, namun yang menjadi kebanggaan warga kota Palembang adalah stadion baru yang bernama Stadion Jaka Baring yang terletak agak di pinggir kota. Stadion luas yang bertaraf nasional ini pernah digunakan untuk PON dan pertandingan sepak bola (apa ya namanya...liga..entahlah...)
Terus apalagi ya.... mal, rumah susun, jembatan layang yang baru dibangun, oya daerah Plaju tempat penambangan minyak lepas pantai. Ada PT Pusri juga..
Saya dan Rio pulang ke Jakarta lebih cepat karena ada janji dengan dokter. Sementara papa harus tinggal karena ada yg darurat di kantor Palembang. Dari Cengkareng kami langsung menuju ke RS Pluit. Dokter favorit saya akan cuti panjang jadi sebelum dia pergi saya minta ramuan jitu untuk menyambut tahun baru.....^_~



















